Total Tayangan Halaman

Sabtu, 24 Desember 2011

Rumah itu, Rumah Ibu Koe Doeloe

         Ini bukan fiksi, bukan juga sebuah Novel karya Besar Habiburrahman El Shirazy, ini sebuah sisi lain kehidupan yang sebanarnya tak ingin dan tak mau kutuliskan disini, ini hanya lah sebuah blogg, sbuah "blogg" dari bagian kehidupan seorang YOGI SWANDRA.
        Sebuah skenario pasti diawali dg sebuah senyum, sorai, tawa, dan segala rasa yang slalu bisa membuat kita kalau menggingatkan nya tersenyum, toh itu sebuah skenario, nama ku Yogi....!, aku dilahirkan dari seorang Ibu yang rahim nya Penuh Kasih Sayang...penuh kelembutan budi, Kekuatan keyakinan, sedikitpun tiada kemarahan, rahim itu yg kuhuni Sembilan Bulan, dan barusan aku baru saja mencabut Uban-ubaanya, ( sekarang Umur Ku 26 Tahun).
       Aku sadar sekarang Ibu udah hampir tua (aku belum mau menyimpulkan kalau dia sudah tua), karna aku masih ingin bersamanya, merasakan kasih sayang nya, mudah2n suatu saat dia bisa menimang cucu dari ku. sekarang aku tidak mau lagi kecil dan aku juga tidak malu kalau dipanggil dg sebutan "anak mama".
        Sebelum aku sampai pada Detik, Menit, Jam, dan Tahun ini, sangat banyak cerita yang ingin ku ringkaskan dalam blog ini (Mudah2n Halamannya cukup)
       Alhamdullah...! sekarang aku sudah berpanghasilan yang lebih dari cukup untuk membelika sebuah Jala Ikan buat Ayah (Ayah Hobinya Ngelayan meskipun dia Seorang Staf Tata Usaha Di sebuah SMP), profesi yang dilakukannya untuk menebus semua kesalahannya di masa lalu, dan aku rasa itu wajar karna Ayah masih ingin menebuskan kesalahnya kepada keluarga ini, dan cukup untuk membeli beras dan segala kebutuhan dapur buat Ibu biar bisa memasak sambil bernyanyi (oh....senangnya hatiku mendengar ibu  bernyanyi didapur), dan cukup untuk membeli sebuah motor skuter metic murah untuk kendaraan adik kedua ku untuk menuju sekolahnya, dia memang manja dan agak gendut (ssssst...! jangan bilang2 kalau abangnya bilang dia gendut yaa....!, ntar dia nya marah), dan satu lagi my bro Seprianto adikku yang paling Alim, baik, dan patuh kepada ayah dan Ibu...( aku jadi iri),karena dia memang lulusan salah satu Universitas Islam di Daerah ini (Jambi).
       Itulah segilintir cerita tentang Keluarga koe..... oh ya aku lupa cerita Tentang Rumah koe yang doeloe ya...aku doeloe punya sebuah cerita...hmmmm...cerita ngak ya??, cerita ngk ya???, oke deh aku cerita karna aku bangga bisa melewati cerita itu doeloe...dulu Ibu, Ayah, Yogi dan adek2nya bukan menetap dirumah tua ini..dulu mereka pernah tinggal disebuah rumah (bukan mewah sih) tapi yang membuat kalau mengenang itu jadi tersenyum adalah karena Rumah itu adalah hasil kerja keras Ayah dan Ibu selama 25 tahun silam, Pondasinya dari "Air Mata" dindingnya dari "Tetesan Peluh" dari orang tua yang tak ingin anak-anak mereka kehujanan dan kepanasan...dan Atapnya dari "Kasih sayang" yang mendalam...hmmmm...!, 
        Itu dulu,,,,sekarang udah beda...sekarang mereka tidak lagi disana, dirumah masa kecil Yogi dan adik2nya bermain ria...sebelum dirumah tua ini aku pernah melihat titik tertinggi dari kehidupan Seorang Yogi dan seorang Ibu...kami sampai dirumah tua ini bukan tanpa sebab...kekhilafan seorang "nahkoda" lah yang membuat rumah itu terdampar dan pecah belah bersama kenangannya....( aku rasa ngk perlu ya cerita disini dlu, cari tahu ya blogger pada teman2 sekampung koe, kenapa?, dan mengapanya?), tapi yang masih aku ingat sampai saat ini bigitu besarnya kekuatan seorang ibu, yang mampu memindahkan barang2 dirumah yang dia bangun dengan jerit payah dan air matanya, bahkan sampai sanggup memindahkan sebuah bingkai foto yang didalamnya ada Yogi yang bergaya ala wisudawan alumni Kampus Swasta "Pinggir Jalan" sampai kerumah tua sekarang, bahkan akupun tak bisa membayangkan Ibu Menahan bendungan air mata dari matanya yang udh hampir tertutup...(hhhmmm....be strong Yogi...jangan cengeng smua udh berlalu), aku kesal knpa seorang Yogi tidak berada disana waktu itu setidaknya untuk menghapus air mata Ibu yang akan jatuh (Pecundangkah kamu yogiii.....?), bukan yogi bukan seorang Pecundang...Yogi saat itu sedang berjuang bertempur dengan nasib jauh di propinsi sebelah...dari sebuah perusahaan swasta, asing, sampai ke BUMN dg ijasah lulusan kampus kecil "Pinggiran Jalan"...namun nasib masih belum berpihak..dan Yogi juga tak boleh menyerah..Menyerah sama dengan Membiarkan Perut Ibu, Ayah, dan Adik2 terbiarkan Lapar dengan air mata yang menetes di pipi mereka dengan mengingat kenangan tentang puing2 Rumah Ibu itu...
        Sekerang mereka udah bisa tersenyum lepas meski sekali2 masih ingin mengintip Rumah Ibu dari kejauhan, dan Alahamdullilah Aku "YOGI SWANDRA" sudah bekerja di sebuah Bank BUMN Terbesar dan Tersebar di Negeri ini, dengan penghasilan yang lumayan ,,,,dan Maaf karena Aku sudah "bersumpah" tak akan pernah sanggup untuk melihat Rumah Ibu lagi...(mudah2n suatu saat kalau Tuhan Memberikan kesempatan untuk melihatnya lagi, aku akan melihatnya dengan Kunci rumah ibu ditangan koe,,dan bukan untuk pergi lagi...karena aku mau numpang makan, tidur, dan bersanda gurau dengan Ayah, adek2 ku, dan Ibu sampai mereka Meninggalkan Dunia ini untuk selamanya...dan Jenasah mereka diangkat dari Rumah Ibu itu...), itu lah kebahagiaan yang aku cari sampai saat ini.....dan Aku Yogi tidak boleh "LELAH".

( Rumah Tua @Punai Merindu_Kerinci : 24/12/2011)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar